25 Februari 2026

PNS

Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

TANIINDONESIA.COM, Nusantara – Kiprah alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Walid, alumni angkatan pertama yang kini resmi mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pertanian dan aktif mengembangkan teknologi pertanian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing hingga menembus formasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai lulusan pertama PEPI, Walid menjadi bagian dari generasi pionir yang membuktikan bahwa keahlian teknis pertanian modern sangat dibutuhkan dalam mendukung program strategis nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan SDM pertanian unggul. Menteri Pertanian secara konsisten mendorong generasi muda pertanian untuk menjadi motor penggerak transformasi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga mengarahkan agar lulusan pendidikan vokasi pertanian mampu menjadi job creator sekaligus agent of change. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta literasi digital menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Harmanto selaku direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan bahwa capaian alumni yang berhasil menembus PNS di lingkungan Kementerian Pertanian merupakan bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa PEPI terus berkomitmen memperkuat kurikulum berbasis praktik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi dengan berbagai unit kerja strategis agar lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap berkontribusi sejak hari pertama bertugas.

Baca juga: Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

Menurutnya, keberhasilan alumni di kawasan Ibu Kota Nusantara menunjukkan bahwa lulusan PEPI tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern. Direktur juga mendorong seluruh mahasiswa dan alumni untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta menjadi representasi SDM pertanian unggul yang mampu mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Di lingkungan perkantoran, Walid menggagas pemanfaatan lahan terbatas melalui sistem pertanian urban dan hidroponik guna mendukung penyediaan sayuran segar bagi pegawai. Selain itu, penerapan sistem irigasi otomatis sederhana serta pengelolaan media tanam berbasis teknologi menjadi bagian dari inovasi yang dikembangkan.

Pada wilayah kerja yang lebih luas, Walid turut mendorong penerapan teknologi smart farming, seperti pemantauan tanaman berbasis data serta efisiensi penggunaan pupuk dan air. Langkah ini selaras dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota pintar dan berkelanjutan.

Menurut Walid, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. “Apa yang kami pelajari bukan hanya teori, tetapi langsung bisa diterapkan di lapangan. Ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Civitas akademika PEPI menyambut baik capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Keterlibatan alumni di IKN menjadi wujud nyata kontribusi Politeknik Enjiniring Kementan dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berkelanjutan.(*)