22 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menggelar kegiatan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa terpilih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pukul 19.30 WIB dan berpusat di Gedung Auditorium PEPI (14/01/2026).

Pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar pengurus serta penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi kemajuan institusi dan pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) periode kepengurusan terbaru. Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, serta karakter mahasiswa vokasi pertanian.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan bahwa Pelantikan pengurus BEM dan BPM ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika pembangunan pertanian nasional. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi mitra strategis institusi dalam mendukung program pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah dalam sambutannya menekankan pentingnya peran BEM dan BPM sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak inovasi, serta jembatan komunikasi antara civitas akademika dan manajemen kampus dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang partisipatif dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, melalui semangat baru kepengurusan ini, BEM dan BPM diharapkan dapat menyusun program kerja yang selaras dengan visi PEPI, khususnya dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa di bidang enjiniring pertanian, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.

Direktur bersama jajaran dosen lainnya pun mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah terpilih sebagai pengurus BEM dan BPM tahun 2026/2027. Dirinya berharap dengan terpilihnya kepengurusan BEM dan BPM rekan – rekan mahasiswa dapat memajukan serta mengharumkan nama baik PEPI untuk kedepannya.(*)

Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

TANIINDONESIA.COM, BOGOR – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan siap kerja serta berdaya saing global di sektor pertanian.

Kegiatan berlangsung di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Bogor, selama tiga hari, Kamis–Sabtu (8–10 Januari 2026). Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri pertanian.

Penguatan kurikulum vokasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan pertanian dalam menghasilkan SDM unggul, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi tenaga profesional yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.
Menteri Pertanian juga mendorong perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian untuk memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan porsi praktik dan inovasi, serta melahirkan lulusan yang siap mengawal program strategis pertanian nasional. Penerapan kurikulum OBE dinilai selaras karena berfokus pada hasil pembelajaran dan kompetensi lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil sektor pertanian.
Santi juga mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menyusun kurikulum yang link and match dengan dunia usaha dan industri, memperkuat pembelajaran berbasis praktik, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, karakter, dan daya saing tinggi.

Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Direktur PEPI, Harmanto, Kamis (8/1/2025) menegaskan bahwa PEPI secara konsisten menempatkan praktik sebagai porsi utama pembelajaran dibandingkan teori.

“Kami merancang pembelajaran agar mahasiswa mampu menghasilkan produk yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Kurikulum OBE kami terapkan untuk memastikan setiap mata kuliah benar-benar berorientasi pada capaian kompetensi lulusan,” tegas Harmanto.

Ia juga menyampaikan target institusi untuk mendorong seluruh program studi meraih akreditasi unggul. Saat ini, akreditasi perguruan tinggi PEPI telah berperingkat Baik Sekali, sementara beberapa program studi masih berada pada peringkat Baik. Melalui workshop ini, penyusunan dokumen kurikulum OBE ditargetkan rampung secara optimal guna mendukung pencapaian perguruan tinggi unggul.

Wakil Direktur I PEPI, Andy Saryoko, dalam pemaparannya menyampaikan, penerapan kurikulum OBE merupakan amanat Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 yang mewajibkan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran berbasis capaian lulusan. OBE menitikberatkan pada hasil pembelajaran yang dapat ditunjukkan lulusan, bukan sekadar penguasaan materi.

Melalui workshop ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan relevansi lulusan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional serta memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.(*)

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyatanya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penganugerahan Bintang Jasa Utama menjadi simbol pengakuan negara atas kerja nyata sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional. Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian yang tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Mentan Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2026/12/07/presiden-prabowo-panen-raya-padi-di-karawang-tegaskan-arah-pertanian-modern-indonesia/

“Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.

“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ujarnya.

Menurut Presiden, anugerah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.

“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” lanjut Presiden.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih, saudara-saudara. Saudara bekerja keras, saudara kompak. Dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Saudara-saudara berhasil, saudara memberi kepada negara bukti yang nyata dan mencatat tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan Bintang Jasa Utama tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.

“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Mentan Amran.

Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga pangan Indonesia tetap berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)

Kementan Latih Perangkat Desa Tanjung Jabung Timur Jambi Wujudkan Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihan yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan upaya mencapai ketahanan pangan di desa kepada 75 orang perangkat desa di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Senin (22/12/2025).

Kunjungan ini diikuti juga oleh Bupati dan Satuan Kerja Perangkat Daerah, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Inspektorat, dan Kepala Bakeuda Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.

Kepada para perangkat desa, Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian menjelaskan budidaya tanaman jagung mulai dari persiapan lahan, pengolahan lahan, pemilihan benih, penanaman, pemeliharaan dan panen pascapanen serta pemasaran hasil komoditas jagung.

Baca juga: Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Wirausaha Bidang Pertanian

Didampingi petugas Inkubator Agribisnis, peserta praktik penanaman benih jagung. Diskusi antara peserta kunjungan dan widyaiswara berkaitan dengan budidaya jagung yang baik dan benar agar menghasilkan jagung yang berkualitas.

Selanjutnya, peserta mengunjungi gudang pascapanen kopi. Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan alur pascapanen kopi dan melihat aktivitas yang ada mulai dari pencucian biji kopi, pulping, dan roasting hingga mencicipi secangkir kopi varietas arabica khas Lembang. Peserta juga mempraktikkan pengolahan kopi.

Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, sangat terkesan dengan aktivitas agribisnis di BBPP Lembang.

Ia menyatakan keinginan untuk melanjutkan kerja sama berkaitan peningkatan kompetensi SDM di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam hal agribisnis kopi.

“Kami ingin kerja sama lebih lanjut dengan BBPP Lembang berkaitan dengan pengolahan limbah kopi menjadi briket. Menarik karena di wilayah kami komoditas kopi sangat strategis, sementara pengolahan limbahnya belum banyak kami lakukan, padahal ini bisa menjadi peluang usaha juga dan agar kita bisa menerapkan pertanian zero waste,” katanya.(*)

Kementan Dorong Generasi Muda Jadi Wirausaha Bidang Pertanian

TANIINDONESIA.COM, LEMBANG - Sebanyak empat mahasiswa dari Politeknik Negeri Subang, telah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 1 Oktober – 31 Desember 2025, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

PKL menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk mencetak generasi muda yang siap terjun ke Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci masa depan pertanian.

“Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan bagi generasi muda secara periodik agar generasi muda bisa bergerak di semua sektor pertanian,” tutur Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani sangat penting.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah esensial untuk menyokong ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Selama PKL, Keempat mahasiswa ini menunjukkan semangat tinggi dengan melakukan aktivitas yang mendukung kegiatan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di sarana pascapanen kopi dan laboratorium pengolahan hasil pertanian, dibimbing widyaiswara dan petugas lapangan.

Mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan gratis yang diselenggarakan oleh BBPP Lembang yaitu Pelatihan Agribisnis Kopi dengan fasilitator widyaiswara BBPP Lembang.

Baca juga: Hasil Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Light Trap untuk Pertanian Ramah Lingkungan

Para mahasiswa ini juga aktif sebagai petugas upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan kegiatan internal lainnya yaitu literasi visual program dari perpustakaan BBPP Lembang.

Untuk mengakhiri PKL, dilaksanakan seminar hasil. Masing-masing mahasiswa memaparkan hasil praktik kerja di hadapan widyaiswara pembimbing dan penguji oleh BBPP Lembang.

Keempatnya menyajikan tentang: 1) Diversifikasi Limbah Kopi: dari Kulit Hingga Ampas Menjadi Briket sebagai Sumber Energi, 2) Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Menjadi Teh Cascara, 3) Mempelajari Proses Pembuatan Es Krim Daun Kelor (Moringa Oliefera) dengan Konsentrasi Berbeda, dan 4) Mempelajari Proses Pembuatan Brownies Kering Tepung Daun Kelor (Moringa Oliefera) dengan Konsentrasi Berbeda.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan sarana berlatih di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, salah satunya bisa dimanfaatkan para generasi muda untuk mempelajari agribisnis secara nyata.

“Saya harap sekembalinya dari BBPP Lembang bisa menyelesaikan tanggung jawab studinya dengan baik di kampus. Selanjutnya setelah lulus kuliah diharapkan bisa terjun ke dunia pertanian sebagai wirausaha muda pertanian,” tutur Ajat, saat melepas mahasiswa Politeknik Negeri Subang untuk kembali ke kampus, Rabu (31/12/2025)

Salah seorang mahasiswi, Shabila Putri mengatakan dirinya dan ketiga rekannya yang lain memperoleh pengetahuan yang lebih selama PKL di BBPP Lembang.

“Di sini kami mempelajari komoditas pertanian dari hulu hingga hilir. Selain itu dibidang pengolahan hasil pertanian, banyak inovasi berkaitan olahan aneka komoditas sayuran yang baru kami ketahui seperti olahan es krim dan sorbet sayuran, olahan daun kelor dan manisan terong yang ternyata lezat dan ada nilai gizinya,” ucapnya.(*)

BRI Mabes TNI Cilangkap Meriahkan Air Force Run 2025

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) 2025, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Mabes TNI Cilangkap turut memeriahkan dengan menjadi sponsor di acara Air Force Run 2025.

Kegiatan Air Force Run 2025 dilaksanakan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta pada Minggu 7 Desember 2025.

"Kami selaku sponsor di kegiatan ini tentunya mendukung setiap kegiatan positif," ujar Pimpinan Cabang BRI Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo.

Pranathan menuturkan, BRI Mabes TNI Cilangkap selalu berupaya hadir di tengah masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap nasabah BRI.

"BRI mempunyai beragam produk dan program unggulan yang sayang jika dilewatkan," tegasnya.

Air Force Run 2025 ini menjadi salah satu bentuk kepedulian BRI terhadap lingkungan sekitar. Dengan menjadi sponsor diacara ini tentunya BRI juga mendukung kegiatan-kegiatan yang memang bermanfaat untuk orang banyak.

"Tak hanya dibidang kesehatan berupa olahraga lari, BRI juga mempunyai beberapa program lainnya di bidang pendidikan, sosial, dan lain sebagainya," tutupnya.(*)

BRI Bekasi Siliwangi Layani Pencairan PIP

TANIINDONESIA.COM, BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Bekasi Siliwangi melayani penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP).

Pelayanan pencairan PIP tahap II ini dilakukan sejak November hingga 31 Desember 2025. Dimana perhari bisa mencapai 50 transaksi dan sampai saat ini sudah lebih dari 1.000 transaksi terlayani dengan baik.

Kegiatan penyaluran berlangsung dengan tertib dan dihadiri oleh para siswa penerima manfaat, orang tua, serta perwakilan pihak sekolah dan madrasah.

Sebagai bank penyalur resmi PIP, BRI BO Bekasi Siliwangi memastikan bahwa proses pencairan dilakukan tanpa potongan apa pun, dan seluruh dana diterima langsung oleh para penerima manfaat sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Petugas BRI BO Bekasi Siliwangi di lokasi juga memberikan pendampingan dalam proses administrasi untuk memastikan setiap siswa menerima bantuan secara cepat, tepat, dan aman.

Pemimpin BRI BO Bekasi Siliwangi, Maltha Agustira memberikan apresiasi terhadap kerja sama antara BRI, sekolah, dan orang tua dalam memperlancar penyaluran PIP.

“BRI berkomitmen untuk memastikan seluruh bantuan pemerintah, termasuk Program Indonesia Pintar, dapat diterima oleh siswa secara utuh. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pendidikan dan meningkatkan semangat belajar para siswa,” ungkapnya.

Maltha menuturkan, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada orang tua dan siswa terkait pentingnya melakukan pencairan melalui mekanisme resmi serta menjaga keamanan data pribadi selama proses administrasi.

"Melalui penyaluran PIP ini, BRI terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh pelajar, sekaligus menghadirkan layanan yang terbaik," tutupnya.(*)

BRI Warung Buncit Renovasi TK Adhyaksa XXI Jakarta

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Di usia ke-130 tahun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dan juga masyarakat Indonesia.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, BRI Branch Office (BO) Jakarta Warung Buncit menyalurkan bantuan Program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Bantuan TJSL kali ini yang diberikan oleh BRI BO Jakarta Warung Buncit yaitu berupa renovasi TK Adhyaksa XXI Jakarta.

"Kami serahkan bantuan renovasi TK, semoga bermanfaat untuk dunia pendidikan, ujar Pimpinan BRI BO Jakarta Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi.

Ahmad mengatakan, BRI BO Jakarta Warung Buncit memilik beberapa program seperti ini, ada juga di bidang lain yaitu kesehatan, sosial, keagamaan dan yang lainnya.

"Untuk bantuannya disesuaikan dengan kebutuhan dari lingkungan sekitar yang membutuhkan," tegasnya.

BRI BO Jakarta Warung Buncit juga terus meningkatkan pelayanan terhadap nasabah. Beragam produk dan program unggulan BRI siap memanjakan para nasabah dan juga masyarakat demi kemajuan dunia perbankan.

"BRI mempunyai beragam produk perbankan unggulan serta program yang jelas memberikan banyak benefit untuk nasabah," tutupnya.(*)

BRI Rebrandring Logo Baru, Perluas Segmen ke Kalangan Muda

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Di usia yang tak lagi muda, menginjak 130 tahun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) rebranding atau memperbarui citra dan identitas visual.

Hal ini dilakukan untuk memperluas cakupan nasabah, tidak hanya identik pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta masyarakat pedesaan, namun juga hadir untuk masyarakat perkotaan hingga korporasi besar.

"Keputusan ini mengacu kepada hasil riset Nielsen, Kantar, dan Kadence, bahwa BRI dinilai perlu melakukan rebranding korporasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman," ujar Pimpinan Cabang BRI Jakarta Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita.

Hasil riset tersebut pertama adalah BRI terlalu bergantung pada citra kerakyatan sehingga muncul persepsi tua di kalangan segmen urban dan anak muda. Selain itu, layanan digital yang diberikan ke publik belum dianggap aspirasi dan menarik.

"Koneksi emosional dengan brand masih lemah, kemudian identitas brand belum selaras dengan ekspektasi gen Z, terjadi ketidakselarasan sistematik di berbagai sub brand, brand architecture tidak konsisten dan terstruktur, dan yang terakhir adalah less consider di segmen urban," kata Marco.

Marco menuturkan, perubahan citra ini diharapkan agar persepsi masyarakat terhadap BRI tidak hanya melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, namun BRI bisa menjadi bank untuk semua orang atau universal.

"Secara lebih luas itu kita ingin menjadi bank yang universal, lebih modern, lebih inklusif, lebih dekat dengan milenial. Kemudian kita memperluas jangkauan kita tidak hanya kuat di pedesaan, tapi juga kita kuat di urban. Tidak hanya kuat melayani rakyat jelata, tapi juga melayani rakyat jelita," ungkapnya.

Meski begitu, BRI tidak akan melepaskan fokus atau bisnis utama (core business) di sektor UMKM. Saat ini, porsi nasabah UMKM perusahaan mencapai sekitar 60 persen. Ke depan, porsi ini ditargetkan menurun, namun tetap mayoritas.
"Mungkin kita nanti akan jaga di level antara 40-50 persen. Sementara yang lain segmen lain bertumbuh, kita akan keep di situ. Jadi tetap saja BRI itu adalah bank UMKM, semua program pemerintah ada di BRI mulai dari Makan Bergizi Gratis, 3 juta rumah, Koperasi Desa Merah Putih, termasuk penyaluran KUR," tegasnya.

Adapun pembaharuan dalam identitas BRI pertama dari sisi logo. Perusahaan mengubah visual palet warna, dari awalnya Biru BRI menjadi Biru Nusantara. Warna biru akan tetap menjadi inti identitas BRI, namun diperkaya dengan palet biru sekunder untuk merefleksikan nilai-nilai progresif dan customer centric, meliputi Biru Nusantara, Biru Mentari, dan Biru Cakrawala.

Selain itu, perusahaan juga menyusun arsitektur brand yang lebih terstruktur dan terstandardisasi yang membuat seluruh brand lebih jelas dan mudah dinavigasi.

"Perubahan ini mencakup desain poster dan banner serta kartu baik itu kartu debit basic dan gold, Tabungan Junio, prioritas, private, hingga Brizzi," tutupnya.(*)