17 Mei 2026

NEWS

Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya generasi muda.

Komitmen ini diwujudkan melalui Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 8 bertema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Swasembada Pangan”, Sabtu (21/02/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam menjawab tantangan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian melalui penyusunan strategi program kerja yang mendukung swasembada pangan nasional.

“Membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas, andal, serta memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis. Semua insan pertanian, termasuk penyuluh dan mahasiswa pertanian, memiliki peran penting untuk mewujudkannya,” ujar Menteri Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern, termasuk dampak perubahan iklim, serta selaras dengan program swasembada pangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin yang hadir dalam forum tersebut memaparkan perspektif kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan melalui program-program strategis Kementerian Pertanian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan yang terarah, penguatan kapasitas SDM pertanian, serta transformasi sistem produksi melalui inovasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga digitalisasi sistem pertanian. Keberlanjutan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

Forum yang berlangsung dinamis ini diikuti mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia secara luring maupun daring.

Direktur PEPI, Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa adaptasi perubahan iklim menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, ancaman banjir dan kekeringan, hingga munculnya organisme pengganggu tanaman yang semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut transformasi sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan secara menyeluruh.

“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan inovasi, riset terapan, serta penguatan kapasitas petani milenial. Pertanian harus mampu beradaptasi melalui teknologi ramah lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta sistem budidaya yang resilien,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang adaptif dan solutif. Melalui pendidikan berbasis praktik, penguatan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi pertanian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika iklim global.

Harmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam merumuskan langkah-langkah adaptasi yang terukur. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

“Mahasiswa pertanian hari ini harus berpikir visioner. Mereka bukan hanya calon petani atau teknisi pertanian, tetapi calon entrepreneur dan problem solver yang mampu merancang sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, serta tangguh terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Ia berharap melalui MAF ini lahir gagasan, komitmen, dan jejaring kolaborasi yang memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Dalam MAF Vol. 7 Edisi 8 ini, para narasumber juga mengupas strategi konkret adaptasi perubahan iklim, mulai dari penerapan smart farming, manajemen risiko usaha tani, diversifikasi komoditas, hingga pemanfaatan data dan digitalisasi dalam pengambilan keputusan usaha pertanian.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan komitmennya mencetak generasi petani milenial yang inovatif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjadi motor penggerak keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.(*)

Sudutkan Saksi Ahli, Hakim Sidang Korupsi Hibah Pariwisata Sleman Disorot

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi hibah pariwisata Tahun 2020 atas nama terdakwa Drs Sri Purnomo M.Si mantan bupati sleman memasuki tahap pemeriksaan Ahli dari penuntut umum. Pada persidangan tersebut penuntut umum Kejaksaan Negeri Sleman menghadirkan dua orang ahli, yakni ahli digital forensik Deny Sulisdyantoro, S.T.,MT dan ahli administrasi keuangan negara Dr. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum, Adv.CCMs dari Univeritas Atma Jaya Yogyakarta.

Kesempatan pertama dari ahli digital forensik memberikan keterangan terkait hasil digital forensik dari barang bukti yang disita penyidik berupa handphone.

Ahli menjelaskan prosedur dan hasil digital forensik percakapan whatsapp dari handphone yang disita. Menurutnya, hasil akuisisi handphone tersebut sudah dilakukan sesuai standar prosedur dan keilmuan digital forensik.

"Apabila dilakukan pengeditan isi percakapan akan ketahuan" tegas ahli Deny.

Hasil dari digital forensik kemudian telah Ahli berikan kepada penyidik.
Hasil digital forensik dari handphone milik saksi Nyoman Rai Safitri dibuka diketahui berisi percakapan dengan beberapa pihak yang juga menjadi saksi dalam perkara ini. Termasuk Whatsapp yang berisi percakapan saksi Nyoman Rai Safitri dengan saksi Raudi Akmal anak dari terdakwa Sri Purnomo yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Begitu pula saat penuntut umum menghadirkan saksi Nyoman Rai Safitri dari keterangannya diketahui bahwa ada pengkondisian proposal kelompok masyarakat yang telah dikoordinir oleh saksi Raudi Akmal melalui orang-orang suruhannya.

Penuntut Umum Indra Saragih mengungkapkan, isi percakanan Whatsapp tersebut dibuka oleh penuntut umum di depan persidangan dan diketahui Saksi Raudi Akmal meminta saksi Nyoman Rai Safitri untuk bertemu dengan terdakwa Sri Purnomo di rumah dinas bupati.

Selain itu, saksi Raudi Akmal juga aktif berkomunikasi dengan saksi Nyoman Rai Safitri bahw proposal akan diantar oleh saksi Anas ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, dan saksi Raudi Akmal juga mengirim file data proposal yang sudah dikondisikan kepada saksi Nyoman Rai Safitri dan diberi kode "RA" hingga sampai mengontrol kapan waktu pencairan dana hibah.

"Dari hasil digital forensik tersebut dan dihubungkan dengan keterangan saksi lainnya kami telah menemukan bukti dan fakta sebagaimana dakwaan kami" ujar Indra Saragih.

Pada sesi kedua Ahli yang dihadirkan penuntut umum adalah Dr. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum, Adv.CCMs. Dari keterangan Ahli saat ditunjukkan dokumen surat diketahui bahwa dana hibah yang direrima Pemda Sleman didahului dengan Perjanjian Hibah Daerah yang di dalamnya terdapat ketentuan bahwa pelaksanaan hibah harus sesuai Petunjuk Teknis.

Bahwa di dalam petunjuk teknis telah dibatasi limitatif penggunaan dana hibah yang diterima Pemda Sleman.

Walaupun penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo mencoba mengarahkan Ahli dengan mengatakan bahwa ada ketidakjelasan norma sehingga perlu penafsiran. Tetapi Ahli tegas menjelaskan bahwa produk hukum turunannya yang dibuat dan ditandatangani harus dibuat dengan itikad baik dan didasarkan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik apabila tidak maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

Indra Saragih juga menegaskan pada pertanyaan kepada Ahli terkait diskresi yang ditanyakan hakim dan penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo. Ketika menjawab pertanyaan Penuntut Umum, ahli tegas mengatakan bahwa diskresi tidak boleh dilatarbelakangi kepentingan sepihak, apabila demikian maka dapat dipidana.

Hakim Gabriel yang sedari awal ingin mendapatkan jawaban tersebut dari Ahli akhirnya mendapat jawaban tersebut, walau sempat mencoba mengulang tetapi Ahli Dr Riawan Tjandra tetap pada keteranganya dan menolak dikatakan membuat abu-abu.

Peserta sidang sempat melihat kejanggalan dalam sidang ketika Hakim bertanya dengan menyudutkan pribadi Ahli dan pihak lainnya. Menanggapi itu penuntut umum menyampaikan pihaknya fokus pada pembuktian.

Masyarakat pemerhati korupsi menyayangkan hal tersebut, dan menyarankan bila ada yang tidak puas, ada sarana saluran terkait kode etik hakim. Sidang kemudian ditunda Senin 23 Februari 2026.

Pemerhati hukum dan korupsi, 𝚃𝚎𝚍𝚍𝚢 𝙷𝚎𝚗𝚍𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚂𝙷.𝙼𝙷.𝙲.𝙼𝚎𝚍 menilai, perilaku hakim yang menyudutkan, menekan, atau mengintimidasi saksi ahli di persidangan merupakan pelanggaran serius terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

"Hakim seharusnya bersikap objektif, arif, dan bijaksana dalam mencari kebenaran materiil, bukan memaksakan saksi ahli untuk mengikuti alur pikir atau keinginan hakim," ujar Teddy.

Dijelaskannya, Hakim yang menyudutkan saksi saat berupaya menjawab pertanyaan agar sesuai dengan keinginan hakim dinilai bersikap tidak arif dan tidak profesional. Hal ini bertentangan dengan prinsip berperilaku arif dan bijaksana yang diatur bersama oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial (KY).

"Saksi ahli memberikan keterangan berdasarkan kompetensi akademik dan keahliannya untuk kepentingan pemeriksaan perkara, sehingga berhak mendapatkan perlakuan hormat dan perlindungan di persidangan," tuturnya.

Dia menambahkan, meskipun hakim tidak terikat pada keterangan ahli dan berhak mengesampingkan keterangan ahli jika bertentangan dengan keyakinannya, hakim tetap harus profesional.

"Hakim boleh mengajukan pertanyaan mendalam, namun tidak boleh melampaui batas dengan menyudutkan atau menekan ahli agar keterangannya berubah," pungkasnya.(*)

Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

TANIINDONESIA.COM, Nusantara – Kiprah alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Walid, alumni angkatan pertama yang kini resmi mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pertanian dan aktif mengembangkan teknologi pertanian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing hingga menembus formasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai lulusan pertama PEPI, Walid menjadi bagian dari generasi pionir yang membuktikan bahwa keahlian teknis pertanian modern sangat dibutuhkan dalam mendukung program strategis nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan SDM pertanian unggul. Menteri Pertanian secara konsisten mendorong generasi muda pertanian untuk menjadi motor penggerak transformasi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga mengarahkan agar lulusan pendidikan vokasi pertanian mampu menjadi job creator sekaligus agent of change. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta literasi digital menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Harmanto selaku direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan bahwa capaian alumni yang berhasil menembus PNS di lingkungan Kementerian Pertanian merupakan bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa PEPI terus berkomitmen memperkuat kurikulum berbasis praktik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi dengan berbagai unit kerja strategis agar lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap berkontribusi sejak hari pertama bertugas.

Baca juga: Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

Menurutnya, keberhasilan alumni di kawasan Ibu Kota Nusantara menunjukkan bahwa lulusan PEPI tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern. Direktur juga mendorong seluruh mahasiswa dan alumni untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta menjadi representasi SDM pertanian unggul yang mampu mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Di lingkungan perkantoran, Walid menggagas pemanfaatan lahan terbatas melalui sistem pertanian urban dan hidroponik guna mendukung penyediaan sayuran segar bagi pegawai. Selain itu, penerapan sistem irigasi otomatis sederhana serta pengelolaan media tanam berbasis teknologi menjadi bagian dari inovasi yang dikembangkan.

Pada wilayah kerja yang lebih luas, Walid turut mendorong penerapan teknologi smart farming, seperti pemantauan tanaman berbasis data serta efisiensi penggunaan pupuk dan air. Langkah ini selaras dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota pintar dan berkelanjutan.

Menurut Walid, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. “Apa yang kami pelajari bukan hanya teori, tetapi langsung bisa diterapkan di lapangan. Ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Civitas akademika PEPI menyambut baik capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Keterlibatan alumni di IKN menjadi wujud nyata kontribusi Politeknik Enjiniring Kementan dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berkelanjutan.(*)

Dari Desa Tinjul ke Panggung Nasional: Amren Jaini Siap Kawal Hak Desa Se-Indonesia Lewat APDESI

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Amren Jaini resmi dilantik dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) periode 2026–2031.

Acara tersebut digelar di Auditorium Utama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Jakarta, Senin, (16/2/2026).

Pria asal Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ini resmi mengemban amanah sebagai Bendahara Umum DPP APDESI. Baginya, jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan desa di level nasional.

“Ini tentu suatu kepercayaan atau beban amanah yang sangat berat diberikan kepada saya oleh Ketua Umum DPP APDESI. Saya harus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” kata Amren.

Ia menegaskan, fokus perjuangannya adalah memastikan desa mendapatkan perhatian serius dalam kebijakan pembangunan. Menurutnya, desa merupakan sumber utama kekayaan alam Indonesia yang selama ini belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal bagi masyarakat perdesaan.

“Desa perlu menjadi perhatian penuh. Seluruh sumber daya alam yang ada di Indonesia pada dasarnya bersumber dari desa. Karena itu, penataan perlu kami lakukan dan perjuangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat perdesaan,” tegasnya.

Amren menyadari, perjuangan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, DPP APDESI akan membangun sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga strategis yang memiliki program dan anggaran untuk desa.

Ia menyebut koordinasi akan diperkuat dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Kementerian Koperasi, serta Kementerian UMKM.

Langkah ini, kata Amren, juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

“Perjuangan ini tidak cukup hanya dilakukan oleh kami sendiri atau oleh APDESI semata. Kami akan menggandeng seluruh kementerian yang memiliki program dan anggaran untuk kepentingan desa, agar program-program di desa benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ia berharap kemitraan lintas sektor tersebut dapat memastikan program desa berjalan efektif dan berdampak nyata. Menurutnya, desa harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan lagi sekadar objek kebijakan.

“Kami ingin menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat perdesaan. Jika desa kuat, maka Indonesia juga akan kuat,” tutup Amren optimistis.

Dari Desa Tinjul di wilayah kepulauan, Amren Jaini kini membawa suara desa ke tingkat nasional. Sebuah langkah yang diharapkan mampu mengubah wajah pembangunan desa menjadi lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.(*)

BRI KC Mabes TNI Cilangkap Berbagi Jumat Berkah ke Rumah Asuh Yatim dan Duafa Fadhilah Insan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap menggelar program Jumat Berkah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Kali ini program Jumat Berkah diadakan di Rumah Asuh Yatim dan Duafa Fadhilah Ihsan pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan di sekitar lingkungan kerja BRI Mabes TNI Cilangkap di Pondok Ranggon berupa 38 paket sembako. Pembagian ditujukan kepada para Yatim dan Duafa.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Pranathan menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga sekitar.

“Kami membagikan 38 paket sembako kepada para Yatim dan Duafa yang membutuhkan," tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan. Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman.

"Nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRI," tutupnya.(*)

Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Seorang lulusan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mengharumkan nama almamaternya setelah sukses mengembangkan teknologi pertanian inovatif yang kini diterapkan di kampus tempat ia menempuh Pendidikan. (14/02/2026)

Lulusan tersebut, Hakim (25), merupakan alumni Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian PEPI. Berbekal pengalaman riset dan praktik lapangan selama masa studi, ia mengembangkan sistem irigasi pintar berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang mampu mengoptimalkan penggunaan air serta meningkatkan produktivitas lahan percobaan kampus.

Teknologi yang diberi nama “SmartAgri-PEPI” ini dirancang untuk memantau kelembapan tanah, suhu udara, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Data yang terkumpul diolah melalui aplikasi berbasis web sehingga dosen dan mahasiswa dapat memantau kondisi tanaman secara langsung melalui perangkat gawai.

Inovasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi. Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi produksi, menghemat sumber daya air, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa satuan pendidikan di bawah Kementerian Pertanian harus menjadi center of excellence dalam pengembangan SDM pertanian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Ia mendorong agar setiap inovasi mahasiswa dan alumni tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dikembangkan hingga siap diterapkan di tingkat petani.

Baca juga: Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

Kampus vokasi pertanian harus menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan smart farming. Inovasi seperti sistem irigasi pintar ini perlu diintegrasikan dengan kurikulum, teaching factory, serta kegiatan penyuluhan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani,” ujar Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai inovasi Hakim menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi konkret bagi sektor pertanian nasional.“Kami bangga karena inovasi ini lahir dari proses pembelajaran di kampus dan kini kembali memberi manfaat bagi civitas akademika,” Ujar Harmanto.

Hakim menjelaskan, pengembangan teknologi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pemborosan air dan kurang optimalnya sistem pengairan di lahan praktik. “Saya ingin menciptakan sistem yang sederhana, terjangkau, tetapi berdampak nyata bagi produktivitas pertanian, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi,” ujarnya saat ditemui di area Teaching Farm Kampus PEPI.

Sejak diterapkan enam bulan terakhir, sistem SmartAgri-PEPI dilaporkan mampu menekan penggunaan air hingga 30 persen serta meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lahan praktik mahasiswa. Selain menjadi sarana efisiensi produksi, teknologi ini juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk memahami integrasi mekanisasi dan digitalisasi pertanian.

Ke depan, Hakim berencana mengembangkan versi lanjutan dari sistem tersebut agar dapat diterapkan pada lahan petani skala kecil dan menengah di berbagai daerah. Ia berharap inovasinya dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian Indonesia sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda dari bangku politeknik, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(*)

BRI Menara BRILiaN Ajak Peduli Lingkungan Melalui Mesin Daur Ulang RVM

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Salah satu cabang BRI yaitu Menara BRILiaN memiliki mesin daur ulang botol plastik. Hal ini merupakan salah satu upaya BRI Menara BRILiaN dalam mengurangi sampah plastik.

Mesin daur ulang BRI, yang dikenal sebagai Reverse Vending Machine (RVM) melalui program BRI Peduli - Yok Kita Gas merupakan mesin pintar untuk menukarkan botol plastik bekas menjadi saldo e-wallet (Plastikpay).

'Inisiatif ini menukar botol plastik dengan poin bernilai ekonomis, mendorong daur ulang, dan mengurangi jejak karbon di Jakarta," ujar Pimpinan Kanca BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita.

Marco menjelaskan, cara kerja mengenai mesin daur ulang RVM BRI sangat mudah, pengguna memasukkan botol plastik bekas ke mesin RVM. Mesin akan memprosesnya dan memberikan poin yang dapat dikonversi menjadi saldo e-wallet.

Sejak 2024, setidaknya 8 unit RVM telah tersebar di Jakarta, termasuk kantor BRI, AEON JGC, Margo City Depok, serta kampus seperti Binus dan Universitas Bakrie dan hingga kini terus bertambah.

"Salah satu mesinnya ada dikantor kami," ungkapnya.

Dalam beberapa event khusus, satu botol plastik dihargai tinggi (misal: Rp1.300) yang langsung dikonversi menjadi saldo e-wallet. Program ini berhasil mengumpulkan ribuan kilogram sampah plastik, mengurangi jejak karbon, dan menyelamatkan lahan dari timbunan sampah.

"BRI bekerja sama dengan Plasticpay untuk memastikan botol plastik terdaur ulang dengan baik. Program ini merupakan komitmen BRI terhadap sustainable development goals (SDGs) dan pelestarian lingkungan," tutupnya.(*)

Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang— Generasi muda merupakan penerus pembangunan pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian mengajak generasi muda untuk melakukan transformasi pertanian dari yang dulu tradisional menjadi modern. Kementerian Pertanian terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dilakukan politeknik enjiniring pertanian indonesia dengan menggelar Kuliah Umum dengan tema optimalisasi rawa dan alsintan bertempat di auditorium pada kamis (12/02/2026)

Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PEPI yang antusias menyimak pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidang pengelolaan lahan rawa dan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan terkait pengembangan lahan rawa dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional bila dikembangkan secara konsisten dan terencana.

Selain itu, Amran mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penggunaan mekanisasi pertanian tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan rawa dan pemanfaatan alsintan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia pertanian. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian.

Baca juga: Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian dengan mengedepankan pendekatan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan bahwa lahan rawa memiliki potensi strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan tata air yang baik, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan rawa menjadi kunci keberhasilan optimalisasi lahan tersebut.

Menurut Harmanto, pemanfaatan lahan rawa dengan dukungan teknologi, perbaikan tata air, serta mekanisasi pertanian agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pertanian.

Trip Alihamsyah sebagai narasumber dalam materinya menyampaikan pemanfaatan alsintan modern dinilai sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga panen, serta menekan biaya produksi dan meminimalkan kehilangan hasil. Integrasi antara pengelolaan lahan rawa dan mekanisasi pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Harsono sebagai Narasumber kedua mengawali kegiatan kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangan lahan rawa sebagai sentra produksi pangan baru.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang enjiniring pertanian, guna mewujudkan sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.(*)

Serah Terima Pembangunan GOR, BRI KC Cibubur dengan Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Jonggol

TANIINDONESIA.COM, JONGGOL - BRI KC Cibubur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyerahkan fasilitas Gedung Olahraga (GOR) kepada Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Serah terima tersebut dihadiri oleh Pemimpin Cabang BRI KC Cibubur, Dolly Senja Permadi beserta Supervisor BRI KC Cibubur, Lukman Hakim dan perwakilan Yayasan Ar-Rohmah Insan Kamil, ustadz Wildan dan Muhamad Aris.

Pembangunan GOR ini merupakan bagian dari komitmen BRI KC Cibubur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan dan sosial.

"Fasilitas GOR tidak hanya ditujukan untuk aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang mendorong disiplin, sportivitas, dan nilai-nilai kebersamaan. BRI Peduli hadir untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. GOR ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh yayasan dan masyarakat sekitar,” ujar Dolly Senja Permadi dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Pengurus Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI KC Cibubur.

Keberadaan GOR dinilai menjadi sarana penting dalam menunjang aktivitas santri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik, keagamaan, dan kesehatan jasmani

Dengan diserahkannya fasilitas ini, BRI Peduli menegaskan peran sektor perbankan tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan sosial dan pendidikan di daerah. (*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)